Mengenal Beragam Bentuk Investasi Syariah

Masa depan yang tidak menentu membuat setiap orang ingin untuk menyiapkan diri agar tidak mengalami hal yang kurang mengenakkan di masa depan misalnya di sektor keuangan. Investasi menjadi salah satu jalan yang biasanya ditempuh. Tidak hanya investasi dari bank konvensional namun juga investasi dari bank syariah. Secara umum, investasi syariah terdiri dari 2 macam yaitu investasi aktiva riil dan investasi aktiva finansial.

Contoh dari investasi aktiva riil dan investasi aktiva finansial yaitu:

  • Investasi aktiva riil adalah investasi yang berbentuk barang berharga misalnya batu berharga, logam, emas, properti, tanah.
  • Investasi aktiva finansial adalah investasi yang berbentuk surat berharga. Contohnya deposito, saham ataupun suku. Masyarakat dapat langsung ataupun secara tidak langsung mengelola serta mengambil keputusan terhadap investasi tersebut.

Investasi syariah terbagi menjadi 3 jenis yaitu deposito syariah, pasar modal syariah dan reksadana syariah. Transaksi dari deposito syariah memiliki karakteristik yaitu ke-2 belah pihak mengadakan kontrak pemilik dana dan mudharib untuk menentukan kapasitas baik sebagai pemilik ataupun nasabah serta modal yang digunakan diberikan kepada mudharib atau bank untuk dikelola. Syarat modal tersebut yaitu:

  • Jumlah modal tersebut harus diketahui secara pasti.
  • Modal tersebut berbentuk tunai dan jika berbentuk aset maka barang tersebut harus berbentuk barang niaga yang memiliki nilai.
  • Modal tersebut bukan merupakan suatu modal dalam bentuk piutang.
  • Modal akan dibayarkan langsung kepada mudharib.

investasi syariah bank

Kedua adalah pasar modal syariah. Pasar modal adalah suatu tempat penjual dan pembeli bertemu untuk bertransaksi memperoleh modal. Pihak penjual atau emiten menjual efek di pasar modal dan pembeli atau investor akan membeli modal tersebut yang dianggap menguntungkan. Pasar modal dikenal juga sebagai pasar efek dan yang diperdagangkan dalam pasar modal tersebut adalah modal jangka panjang.

Instrumen pada pasar modal syariah yaitu:

  • Saham syariah yang menjadi bukti kepemilikan dari perusahaan atau instansi yang memenuhi kriteria investasi syariah dan tidak termasuk sebagai saham yang mempunyai hak istimewa. Prinsip dasar saham syariah adalah bersifat musyarakah, mudharabab, berprinsip bagi hasil, tidak dapat dicairkan kecuali dilukuidasi, tidak boleh ada pembeda saham. Terdapat 3 jenis saham yaitu:
  • Saham preferen: Saham yang merupakan gabungan dari saham biasa dan obligasi namun jenis saham ini tidak berlaku pada jenis saham syariah.
  • Saham biasa memiliki 3 hak yaitu hak kontrol untuk memilih pemimpin perusahaan, hak penerima pembagian keuntungan dan hak preemptive untuk memperoleh prosentase kepemilikan yang sama apabila instansi mengeluarkan tambahan lembar saham.
  • Saham reasury: Saham yang pernah beredar dan dibeli kembali perusahaan untuk disimpan dan saham tersebut dapat dijual kembali.
  • Obligasi syariah adalah surat berharga jangka panjang dengan dasar prinsip syariah yang dikeluarkan emiten ke pemegang obligasi. Terdapat 2 jenis obligasi yaitu obligasi mudharabah dan obligasi ijazah.

Baca Juga : Kelebihan Produk Investasi Syariah

Bentuk investasi syariah yang ketiga adalah reksadana syariah. Reksadana syariah dipergunakan untuk menghimpun dana dari investor dan kemudian diinvestasikan ke portofolio efek yang dilakukan oleh managemen investasi dan beroperasi dengan menggunakan prinsip syariah, baik di akad, pengelolaan dan penggunaan dana. Akad yang dipergunakan adalah akad mudharabah dan keuntungan tersebut dibagi berdasarkan pada kontrak yang telah disetujui oleh kedua belah pihak dan jika rugi akan ditanggung oleh pemilik modal kecuali jika kerugian disebabkan oleh pihak pengelola. Saham dari reksadana syariah tersebut dapat diperjualbelikan.

Dalam kondisi ekonomi yang sedang tak stabil semacam ini, memiliki uang ratusan juta rupiah sebaiknya tak langsung Ada simpan begitu saja, ingat bahwa ia bisa terkena imbas dari inflasi sehingga untuk beberapa tahun kedepan nilainya akan semakin kecil mengingat tingginya harga barang. Untuk itu tak ada salahnya untuk menjadikan uang sebagai modal dalam berinvestasi. Investasi sendiri sebenarnya merupakan salah satu bagian yang sangat tepat bagi Anda yang mengharapkan kehidupan di masa tua yang tenang. Karena hasilnya memang tak akan langsung dirasakan sekarang, melainkan beberapa tahun kedepan. Salah satu dari banyaknya jenis investasi yang ada pertimbangkanlah investasi syariah.

Bagi Anda yang hanya melihat dari keuntungan saja sebenarnya jenis investasi yang satu ini bukanlah pilihan terbaik. Karena seperti yang diketahui bahwa bank syariah jauh sekali dari prinsip haram. Ia tak mengenakan suku bunga untuk tiap transaksinya dengan nasabah, lalu darimana keuntungan yang akan didapatkan dari investornya. Tenang saja, karena jika melihat dari hitung-hitungan tersebut tak selamanya investasi sistem syariah ini mengecewakan.

Prinsip kerja yang dianut berbasis islami, memang bukan menerapkan keberadaan suku bunga, namun masih ada hitung-hitungan lain didalamnya. Seperti diantaranya bagi hasil, prinsip jual beli hingga sewa. Setiap pemilik modal pastinya mendapatkan keuntungan dari sini bukan. Pastinya jaminan di masa depan tetap ada bahkan terbukti kehalalannya. Jadi jangan takut jika ingin memilih investasi syariah.

Melakukan investasi ibaratnya menanam sebuah pohon ada kalanya mereka akan tubuh dan berkembang sangat cepat dan memberikan Anda buahnya, namun bukan tanpa resiko juga karena memang ada kalanya saat ada penyakit yang menyerang maka pohon mati bahkan sebelum sempat berbuah. Inilah hal yang harus Anda waspadai sebelum memutuskan untuk berinvestasi, apapun jenis instrumennya dan juga dimanapun tetap ada suatu masa dimana investasi Anda bisa sangat tidak menguntungkan.

Bank-bak syariah sendiri sebenarnya memberikan banyak instrumen untuk investasi, kenali dan juga ketahui resiko yang ada didalamnya berikut ini:

  1. Deposito, tak hanya bank konvensional, nyatanya syariah juga memiliki investasi pada produk deposito. Ia sebenarnya kurang lebih sama dengan tabungan, dimana harus menyetorkan uang secara teratur. Hanya saja patut untuk diketahui bahwa deposito ini alurnya terus menerus dan dilakukan dalam jangka waktu yang ditentukan. Uang yang sudah masuk tak bisa keluar kecuali telah mencapai batas waktu tertentu, karena jika tidak Anda yang akan dikenai dengan denda. Dendanya juga cukup besar dibandingkan keterlambatan membayar cicilan.
  2. Saham, untuk berinvestasi di pasar saham syariah ini ketentuan yang diberikan tentu saja berbeda dibandingkan investasi konvensional. Naik turunnya investasi syariah pada instrumen yang satu ini sangatlah jelas, mulai dari yang rugi maupun keuntungan, sebaiknya bagi Anda yang tengah mencari aman sebaiknya tak memilih instrumen investasi tersebut.
  3. Asuransi syariah, instrumen lainnya yang juga tak kalah populer saat ini adalah asuransi, pada asuransi sendiri memungkinkan Anda untuk dapatkan space untuk menyerahkan modal. Keuntungannya memang tak besar namun cukup aman bagi Anda investor pemula.

Mengenal Beragam Bentuk Investasi Syariah

Apapun jenis investasi syariah yang akan Anda jadikan sebagai pilihan sebaiknya tak mengesampingkan keuntungan dan juga resiko didalamnya, apalagi yang masih sangat awam. Dunia investasi ini bukanlah sesuatu yang aman, naik turunnya sangat signifikan, tak ada jaminan dengan uang yang Anda serahkan ini akan kembali dalam jumlah lebih banyak.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *