Faktor Penyebab Tinggi Rendahnya Harga Emas Batangan

Faktor Penyebab Tinggi Rendahnya Harga Emas Batangan

Emas batangan adalah logam mulia yang sangat digemari dan dicari oleh banyak orang. Meski ada dua jenis emas lainnya yaitu jenis emas perhiasan, namun emas batangan tetaplah menjadi primadona dalam halĀ investasi, terutama investasi yang berwujud emas. Mahalnya harga emas juga dipengaruhi adanya anggapan bahwa emas bukanlah bebatuan yang berasal dari bumi. Terlepas dari mitos atau faktanya anggapan tersebut, nyatanya emas tetap menjadi investasi favorit. Salah satunya emas batangan tersebut yang mana lebih istimewa jika dibandingkan emas perhiasan. Tak lain dan tak bukan adalah karena harga emas batangan yang relatif lebih tinggi.

Pernahkah Anda mengalami masa-masa saat harga emas mengalami penurunan, orang-orang akan berbondong-bondong pergi ke toko emas untuk membeli beragam jenis perhiasan dari emas seperti kalung, gelang, cincin dan anting? Dan ketika harga emas sedang melonjak, mereka kemudian akan menjualnya kembali. Mungkin orangtua kita pada jaman dahulu pernah atau malah sering melakukannya. Dan itulah yang dinamakan investasi. Investasi berbentuk emas yang mana ternyata menguntungkan. Mengapa bisa terjadi hal demikian? Apa yang menjadi faktor yang menyebabkan naik turunnya harga emas:

  • Perubahan kurs.

Dapat dikatakan yang menjadi faktor utama yang peranannya besar terhadap naik turunnya harga emas adalah adanya perubahan kurs (nilai tukar) mata uang dolar Amerika Serikat. Semakin tinggi kurs dolar AS terhadap mata uang negara kita, rupiah, maka rupiah otomatis akan melemah terhadap dolar AS sehingga harga emas bisa semakin menguat atau naik. Jadi apabila kurs dolar AS terhadap rupiah naik maka harga emas pun akan melonjak. Ini juga yang menjadi dampak positif dari melemahnya nilai kurs rupiah.

  • Suku bunga.

Apabila harga emas mengalami lonjakan saat kurs dollar AS yang semakin tinggi terhadap kurs mata uang rupiah, maka harga emas batangan juga akan anjlok saat terjadi kenaikan suku bunga. Hal ini disebabkan ketika suku bunga mengalami kenaikan, banyak orang yang kemudian tertarik untuk mengambil uang dan menyimpan uang mereka dalam bentuk deposito berjangka yang mana memiliki suku bunga yang lebih tinggi sehingga dianggap lebih menguntungkan daripada menyimpan emas. Suku bunga ini juga bisa naik dan turun karena beberapa faktor penentu.

Baca Juga : Cek Harga Emas Batangan dan Dapatkan 3 Keuntungan

  • Supply dan demand barang.

Faktor supply dan demand (permintaan dan penawaran) akan emas juga dapat mempengaruhi naik turunnya harga emas, sama sebenarnya seperti barang lainnya, ketika jumlah peminat atau permintaan pasar meningkat maka harganya juga akan ikut meningkat. Sebaliknya apabila jumlah peminat turun, maka harga barang juga akan turun. Hal tersebut juga berlaku terhadap emas, yang mana saat peminat atau permintaan pasar meningkat, harga emas juga akan tinggi sedangkan saat permintaan pasar menurun, harganya juga akan ikut turun.

  • Laju inflasi.

Pada saat inflasi sedang tinggi, masyarakat enggan menginvestasikan uang melainkan lebih memilih membeli emas yang harganya cenderung lebih stabil dan lebih emas saat terjadi inflasi. Dan ini hanya berlaku untuk harga emas batangan saja. Otomatis peningkatan permintaan emas yang meningkat, harga emas juga akan meningkat. Meski emas bisa saja mengalami penurunan harga namun tidak separah barang atau benda lainnya, termasuk uang. Harga emas masih cenderung stabil dan mengalami penurunan yang sementara namun ketika harga emas naik, kenaikan nya cukup signifikan sehingga mendorong banyak orang untuk berinvestasi dengan emas batangan.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *