Beragam Pendapat Hukum Pinjam Meminjam Dalam Islam

Sekarang ini sepertinya pinjam meminjam uang dalam lingkungan masyarakat sudah merupakan hal umum. Seperti yang diketahui bahwa memang tidak semua masyarakat berada dalam kondisi dimana kebutuhan finansial tercukupi dengan baik. Pandangan pinjam meminjam dalam islam sendiri dapat dikatakan lumrah jika memang menggunakan aturan yang sesuai. Kadang kala memang dalam hidup manusia membutuhkan bantuan masyarakat lainnya untuk tetap dapat memenuhi semua kebutuhannya, baik yang bersifat primer, sekunder maupun tersier. Jadi dengan aktivitas saling meminjami satu sama lain merupakan solusi dalam masyarakat untuk terus menyambung hidup.

Meminjam uang itu tidak mengenal kaum atas maupun kaum bawah, hampir semuanya pernah melakukan pinjaman. Untuk kaum atas mungkin meminjam uang demi memenuhi kebutuhannya untuk tetap dapat mengembangkan bisnis yang sedang dijalankan. Memang dalam islam memperbolehkan hal itu semua tetapi tetap mengikuti aturan yang telah ditentukan supaya tidak saling merugikan. Tetapi karena perkembangan jaman sekarang ini ternyata aktivitas pinjam meminjam uang banyak disalahgunakan apalagi oleh lembaga-lembaga keuangan resmi seperti halnya bank, pegadaian ataupun lainnya.

Bank sendiri di Indonesia telah terbagi menjadi dua yaitu konvensional dan juga syariah, perbedaannya tentu banyak yaitu pada sistem operasional dan juga cara kerjanya. Banyak yang mengatakan bahwa meminjam uang dalam bank konvensional itu masuk riba, tetapi karena memang kebutuhan jadi tidak sedikit orang tetap memilih melalui bank konvensional. Dalam islam berikut ini beberapa pendapat yang memperbolehkan meminjam uang melalui bank konvensional, antara lain:

  • Menurut rasyid ridha.

Rasyid ridha merupakan salah satu ulama yang membawa semangat baru islam pada masa modern seperti sekarang ini. Dan beliau mengatakan pinjam meminjam dalam islam pada bank konvensional itu boleh. Ditegaskan melalui surat dalam al-quran yaitu riba atau tambahan uang yang berlipat ganda atau adha’afan mudha’afahQS Ali Imron ayat 130.

  • Menurut M Quraish shihab.

Kemudian ada ulama lain yang sependapat dengan Rasyid Ridha yaitu M Quraish Shihab. Beliau mengatakan bahwa riba dan juga bunga dalam bank konvensional merupakan dua hal yang berbeda.

  • Menurut Umar Shihab.

Selanjutnya ada ulama lain yang berpendapat sama, mengatakan bahwa bunga yang dibebankan oleh peminjam dalam bank konvensional itu bukanlah riba. Karena itu masih mempunyai nilai yang kecil jika dibandingkan dengan riba pada jaman jahiliyah.

Pinjam Meminjam Dalam Islam Masih Memperbolehkan Pinjam Uang Bank

Jika meneliti lebih dalam mengenai hukum pinjam meminjam dari pandangan islam memang mempunyai perbedaan yang cukup signifikan. Salah satunya adalah beberapa pendapat diatas yang memperbolehkan adanya tambahan bunga pada bank konvensional. Walaupun memang dari segi keuntungan bisa didapatkan dari kedua belah pihak baik dari kreditur ataupun debitur. Maka dari itu dapat dikatakan bahwa adanya bunga bank tidak serta merta merupakan hal yang bisa diharamkan. Karena jika dilihat dari perbandingan jaman jahiliyah dengan masa sekarang sangatlah berbeda. Sedangkan ada ulama lain yang berpendapat bahwa bunga bank dapat digolongkan seperti halnya jual beli dan didasari suka sama suka.

Tetapi itu kembali lagi pada kepercayaan masing-masing, karena memang masih banyak ulama islam yang berselisih pendapat mengenai hal tersebut. Jadi sebagai masyarakat lebih baik mengurangi dari aktivitas pinjam meminjam supaya tidak menimbulkan hal yang buruk seperti halnya riba. Walaupun kegiatan pinjam meminjam dalam islam sendiri memang dibolehkan asalkan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku dan tidak saling merugikan antara kedua belah pihak.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *